Ibu Sud, nama ini sudah tak asing lagi di telinga, terutama bagi anak-anak generasi 90-an. Pencipta lagu anak yang memiliki nama lengkap Saridjah Niung ini peduli terhadap masa kecil anak-anak. Sehingga begitu banyak lagu yang beliau ciptakan. Lagu yang tidak hanya bersifat menghibur tetapi juga penuh dengan edukasi.

Salah satu lagu ciptaannya yang masih populer sampai saat ini adalah Tik Tik Tik Bunyii Hujan. Masih ingat kan? Atau bahkan masih sering menyanyikannya?

Tahukah kamu Ibu Sud menciptakan lagu ini ketika genting rumahnya bocor. Menurut beberapa sumber pada masa itu genting rumah sewaannya yang berada di jalan Kramat, Jakarta, bocor. Di tangan orang kreatif seperti Ibu Sud hujan bisa menjadi inspirasi untuk menciptakan sebuah lagu.

Lirik Lagu

Tik tik tik bunyi hujan di atas genting
Airnya turun tidak terkira
Cobalah tengok dahan dan ranting
Pohon dan kebun basah semua

Tik tik tik bunyi hujan bagai bernyanyi
saya dengarkan tidaklah jemu
kebun dan jalan semua sunyi
Tidak seorang berani lalu

Tik tik tik hujan turun dalam selokan
Tempatnya itik berenang-renang
Bersenda gurau menyelam-nyelam
Karena hujan berenang-renang

Dari tiga bait lirik lagu di atas yang paling sering dinyanyikan adalah bait pertama. Nah berikut ini makna lirik lagu dari bait pertama

Makna lagu

Tik tik tik bunyi hujan di atas genting
Airnya turun tidak terkira
Makna: Begitu banyak nikmat tuhan yang diberikan kepada umat manusia
Cobalah tengok dahan dan ranting
pohon dan kebun basah semua
Makna: Tak hanya untuk manusia, tetapi juga untuk semua makhluk hidup

Baca juga: Cicak Cicak Di Dinding

Saat ini tak begitu banyak orang seperti Ibu Sud yang menciptakan banyak lagu untuk anak-anak Indonesia. Sehingga anak-anak sekarang cenderung lebih banyak mendengarkan bahkan menyanyikan lagu orang dewasa yang belum sepatutnya mereka nyanyikan.

Untuk itu perlu perhatian khusus terhadap lagu anak Indonesia. Jika kita tidak bisa menciptakannya, minimal kita lestarikan lagu anak-anak yang sudah ada.

Sumber: Panutan IDN Times

Tinggalkan Balasan